SOLO — Media sosial kembali dihebohkan dengan video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa berjoget hingga melakukan aksi moshing di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Video tersebut viral dan menuai beragam komentar dari warganet karena lokasi kejadian dikenal memiliki keterkaitan erat dengan tradisi dan kebudayaan Jawa.
Video itu memperlihatkan sejumlah mahasiswa menikmati suasana musik dalam acara penutupan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, perhatian publik justru tertuju pada aksi euforia yang terjadi di Pendopo Ageng, termasuk keberadaan gamelan di sekitar lokasi.
Unggahan video tersebut kemudian menjadi sorotan setelah warganet menilai aksi tersebut kurang sesuai dengan suasana dan fungsi Pendopo Ageng ISI Surakarta. Kritik pun bermunculan di media sosial.
Gambar ilustrasi
Terjadi Saat Penutupan Expo UKM
Pihak ISI Surakarta membenarkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, ketika acara penutupan Expo UKM.
Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama ISI Surakarta, Esha Karwinarno, menjelaskan bahwa Expo UKM merupakan kegiatan untuk memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa kepada mahasiswa baru.
Sebelum penutupan, sejumlah pertunjukan seni tradisi ditampilkan. Setelah rangkaian acara selesai, musik band dimainkan dan sebagian mahasiswa kemudian berjoget sebagai bentuk kegembiraan.
Menurut pihak kampus, video yang beredar hanya memperlihatkan bagian tertentu dari keseluruhan kegiatan sehingga memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Kampus Tegaskan Bukan karena Miras
Di tengah ramainya perbincangan, muncul pula anggapan bahwa aksi tersebut terjadi karena mahasiswa berada di bawah pengaruh minuman keras.
Namun, pihak ISI Surakarta membantah hal tersebut. Esha menegaskan bahwa mahasiswa yang berjoget tidak dalam kondisi mabuk.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kegembiraan setelah acara selesai. Meski demikian, pihak kampus mengakui bahwa persoalan utamanya terletak pada lokasi kegiatan.
Pendopo Ageng memiliki fungsi yang erat dengan kegiatan formal serta pertunjukan seni dan budaya tradisional. Karena itu, aksi moshing di lokasi tersebut dinilai kurang tepat.
Pihak Kampus Sampaikan Permintaan Maaf
Viralnya video tersebut akhirnya membuat pihak ISI Surakarta menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu atau menilai kejadian tersebut tidak sesuai dengan nilai budaya yang melekat pada Pendopo Ageng.
Pihak kampus juga telah mengumpulkan mahasiswa yang menjadi panitia untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.
Ke depan, ISI Surakarta berencana memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai budaya. Kampus juga akan lebih selektif dalam mengatur kegiatan yang berlangsung di ruang-ruang yang memiliki nilai budaya dan fungsi khusus.
Jadi Pelajaran untuk Mahasiswa
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa sebuah kegiatan tidak hanya perlu memperhatikan kemeriahan acara, tetapi juga tempat dan nilai yang melekat pada lokasi tersebut.
Di satu sisi, mahasiswa tentu memiliki hak untuk bersenang-senang setelah menyelesaikan kegiatan. Namun di sisi lain, penggunaan ruang yang memiliki nilai sejarah dan budaya membutuhkan perhatian terhadap etika dan peruntukannya.
Pihak kampus sendiri mengakui kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi. Standar penyelenggaraan kegiatan akan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Viralnya video mahasiswa ISI Solo ini pun akhirnya bukan hanya menjadi perbincangan mengenai aksi joget di sebuah acara kampus, tetapi juga membuka kembali pembahasan mengenai bagaimana generasi muda seharusnya memahami dan menghormati ruang serta nilai budaya di lingkungan mereka.
Sumber: detikJateng, Berita detikJateng tentang kejadian tersebut
