PEKALONGAN – Sebuah adegan dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Yang membuat publik heboh adalah adanya adegan penyembelihan kambing dalam salah satu pertunjukan karnaval. Dalam sejumlah unggahan media sosial, adegan tersebut kemudian disebut-sebut warganet menyerupai atau mirip dengan ritual satanic.
Namun, penyebutan tersebut perlu ditempatkan sebagai reaksi atau penilaian warganet, bukan kesimpulan bahwa kegiatan tersebut benar-benar merupakan ritual satanic.
Gambar ilustrasi
SKNC 2026 berlangsung di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain karnaval, rangkaian kegiatan juga mencakup pengajian umum dan khitan massal. Karnaval ini telah menjadi tradisi masyarakat setempat dan disebut telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, terdapat sekitar 25 barisan peserta yang berasal dari 25 mushola di Kelurahan Simbang Kulon. Mereka menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari parade busana, kesenian tradisional, drumband, ogoh-ogoh hingga pertunjukan lainnya.
Adegan penyembelihan kambing menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan setelah potongannya tersebar di media sosial. Penampilan sejumlah peserta dengan kostum dan karakter tertentu juga membuat sebagian warganet mengaitkannya dengan simbol-simbol yang dianggap menyeramkan.
Panitia SKNC 2026 menjelaskan bahwa acara tersebut mengusung tema “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”. Tema itu menggambarkan semangat masyarakat untuk menjaga budaya sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Dengan demikian, kontroversi yang muncul saat ini lebih berkaitan dengan adegan dalam pertunjukan dan persepsi masyarakat yang melihatnya, sementara acara secara keseluruhan merupakan karnaval budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi di Simbang Kulon.
Peristiwa tersebut pun menjadi perhatian di media sosial karena video adegan penyembelihan kambing dianggap tidak biasa untuk sebuah karnaval yang digelar dalam rangkaian kegiatan keagamaan.
Sumber Referensi : Radar Cirebon, 13 September 2026.
