NAGEKEO, NTT – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 13 September 2026. Peristiwa tersebut tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pagi menjelang siang.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.14.42 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 48 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal karena berada pada kedalaman sekitar 6 kilometer. Koordinat pusat gempa tercatat berada di sekitar 8,30 derajat Lintang Selatan dan 121,52 derajat Bujur Timur.
Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Gambar Sumber : BMKG
Meskipun berkekuatan M4,7, gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.
Berdasarkan data BMKG, guncangan gempa tercatat dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Kabupaten Nagekeo. Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Sikka dengan intensitas II-III MMI serta di Kabupaten Manggarai dengan intensitas II MMI.
Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat di suatu wilayah.
Dengan intensitas II-III MMI, guncangan umumnya dapat dirasakan oleh sebagian orang, terutama ketika berada di dalam bangunan. Pada kondisi tertentu, benda-benda ringan yang tergantung juga dapat ikut bergerak.
Tidak Berpotensi Tsunami
Kabar yang cukup melegakan, gempa M4,7 yang terjadi di wilayah Nagekeo tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 6 kilometer. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG apabila terjadi gempa susulan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum diketahui sumbernya, terutama kabar yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai.
BMKG Ingatkan Kemungkinan Gempa Susulan
Dalam informasi gempa terkininya, BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.
Imbauan tersebut menjadi penting karena aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya masih menjadi perhatian. Sebelumnya, wilayah Flores dan NTT mengalami gempa besar yang kemudian diikuti rangkaian gempa susulan.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya tetap tenang dan tidak langsung kembali ke bangunan apabila terdapat kerusakan atau kondisi yang dianggap membahayakan.
Jika terjadi gempa kembali, masyarakat dapat melakukan langkah sederhana seperti melindungi kepala, menjauh dari kaca dan benda yang mudah jatuh, serta mencari tempat yang lebih aman setelah guncangan berhenti.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sulit diprediksi secara tepat kapan akan terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan aktivitas kegempaan.
Masyarakat juga disarankan memastikan jalur keluar rumah atau bangunan tidak terhalang barang-barang. Perabot yang mudah roboh sebaiknya ditempatkan dengan aman agar tidak membahayakan ketika terjadi guncangan.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai gempa bumi, masyarakat dapat memantau kanal resmi BMKG. Informasi dari sumber resmi penting untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.
Gempa M4,7 yang mengguncang Nagekeo pada Minggu pagi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap aktivitas kegempaan. Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengingatkan kemungkinan adanya gempa susulan.
Sumber: BMKG
