Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik membuat masyarakat kembali memburu masker untuk melindungi saluran pernapasan. Namun, di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, sejumlah warga justru mengeluhkan harga masker yang mendadak melonjak.

Kenaikan harga masker menjadi perhatian setelah sejumlah konsumen mengaku mengalami perubahan harga secara tiba-tiba di platform e-commerce. Bahkan, ada masker yang disebut mengalami kenaikan hingga 10 kali lipat dari harga sebelumnya.

Keluhan tersebut muncul ketika masyarakat membutuhkan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat masker, khususnya jenis KN95 dan KF95, semakin banyak dicari.

Harga Masker KN95 Naik 10 Kali Lipat

Salah satu warga bernama Tamara (31), warga Depok, mengaku mengalami kejadian tersebut ketika membeli masker secara online.

Ia sebelumnya melakukan checkout masker KN95 untuk orang dewasa dan anak-anak. Namun, pesanan tersebut kemudian dibatalkan oleh penjual. Ketika kembali mengecek produk yang sama, harga masker ternyata sudah berubah drastis.

Masker yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp1.650 per buah berubah menjadi Rp16.500 per buah. Artinya, harga tersebut meningkat hingga sekitar 10 kali lipat.

Tamara mengatakan dirinya memang membeli masker karena ingin melindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Meski mengalami pembatalan pesanan, ia akhirnya menemukan toko lain yang masih menjual masker dengan harga yang lebih terjangkau. Ia membeli satu kemasan masker berisi 10 buah dengan harga sekitar Rp17.000.

Selain KN95, kenaikan harga juga dilaporkan terjadi pada masker KF95. Seorang warganet mengaku mendapati harga masker KF95 naik hampir 100 persen ketika hendak melakukan pembayaran di platform e-commerce.

Masker Jadi Barang yang Banyak Diburu

Gambar ilustrasi

Meningkatnya permintaan masker tidak terlepas dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik dilaporkan menjangkau sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin memperhatikan perlindungan diri ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masker menjadi salah satu perlengkapan yang banyak dicari karena masyarakat khawatir menghirup partikel abu vulkanik. Terlebih, paparan abu dapat mengganggu saluran pernapasan dan menimbulkan keluhan pada sebagian orang.

Di tengah kondisi seperti ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli masker sesuai kebutuhan. Pembelian secara berlebihan atau panic buying justru dapat membuat persediaan semakin cepat habis dan menyebabkan harga semakin sulit dijangkau.

Warga Diminta Tetap Waspada

Kenaikan harga masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Masker merupakan salah satu perlengkapan penting ketika terjadi sebaran abu vulkanik, sehingga ketersediaannya di pasaran dibutuhkan masyarakat.

Warga yang berada di wilayah terdampak sebaiknya mengikuti informasi dan imbauan dari pihak berwenang. Penggunaan masker juga dapat dipertimbangkan ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara dipengaruhi abu vulkanik.

Fenomena kenaikan harga ini juga menjadi pengingat bagi konsumen untuk membandingkan harga dari beberapa penjual sebelum membeli. Jika menemukan harga yang tidak wajar, masyarakat dapat mempertimbangkan toko lain yang masih menyediakan produk dengan harga normal.

Dengan meningkatnya kebutuhan masker akibat sebaran abu vulkanik, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap membeli sesuai kebutuhan. Perlindungan diri tetap penting, tetapi kepanikan dalam membeli masker juga perlu dihindari.

Sumber Referensi : detikHealth, “Masker Mendadak Mahal Imbas Abu Anak Krakatau, Naik hingga 10 Kali Lipat”, 7 September 2026.