CILACAP – Gempa bumi mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 4 September 2026. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar Cilacap hingga daerah lain di Jawa Tengah.

Gempa tersebut menjadi perhatian warga setelah getarannya terasa cukup kuat di sejumlah lokasi. Selain kepanikan warga, beredar pula laporan mengenai adanya rumah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Jumat siang. Parameter awal gempa kemudian diperbarui oleh BMKG.

Dalam pembaruan informasi, gempa tercatat memiliki magnitudo 5,3 dengan kedalaman sekitar 69 kilometer. Episenter gempa berada di wilayah laut selatan Cilacap, sekitar 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap.

BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, guncangan yang dirasakan masyarakat membuat warga di sejumlah daerah sempat waspada.

Gempa Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Gambar ilustrasi

Guncangan gempa Cilacap tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa. Berdasarkan informasi intensitas yang disampaikan BMKG, gempa turut dirasakan di beberapa wilayah seperti Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo, dan Purwokerto.

Getaran yang dirasakan di setiap wilayah dapat berbeda-beda tergantung jarak dari episenter, kondisi tanah, serta karakteristik bangunan.

Sementara itu, laporan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa guncangan juga terasa hingga Banjarnegara.

Dalam laporan yang dipublikasikan Liputan6, terdapat informasi mengenai sebuah rumah warga di wilayah Banjarnegara yang mengalami kerusakan. Bagian depan rumah disebut mengalami kerusakan, termasuk atap yang dilaporkan ambruk dan dinding yang mengalami retakan hingga terbelah.

Kondisi tersebut membuat informasi mengenai dampak gempa menjadi perhatian masyarakat. Namun, informasi mengenai kerusakan bangunan di Banjarnegara tersebut masih perlu dipastikan melalui pendataan dan verifikasi dari pihak berwenang setempat.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pasca-gempa, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang menemukan bangunan mengalami retakan juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Bangunan yang mengalami kerusakan sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum dipastikan kondisinya aman.

Hal tersebut penting karena kerusakan pada bagian struktur bangunan dapat menimbulkan risiko apabila terjadi guncangan susulan.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi melalui kanal resmi BMKG.

Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan yang memastikan jumlah bangunan yang mengalami kerusakan di Banjarnegara akibat gempa tersebut. Karena itu, informasi mengenai rumah warga yang ambruk sebaiknya dipahami sebagai laporan awal yang masih membutuhkan verifikasi di lapangan.

Gempa bumi yang berpusat di wilayah selatan Cilacap tersebut menunjukkan bahwa guncangan dapat dirasakan cukup luas oleh masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Jika berada di dalam rumah saat gempa kembali terjadi, warga dapat berlindung di tempat yang aman dan menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh.

Setelah guncangan berhenti, masyarakat dapat keluar menuju tempat terbuka apabila kondisi bangunan dinilai tidak aman.

Informasi resmi mengenai gempa, termasuk lokasi episenter, magnitudo, kedalaman, dan perkembangan aktivitas kegempaan, dapat dipantau melalui BMKG.

Sumber Referensi : BMKG dan Liputan6.

BMKG – Informasi Gempa Bumi Cilacap