PATI – Pemandangan tak biasa terlihat di Bendung Karet Sungai Juana, Pati, Jawa Tengah. Saat kondisi sungai mengering, ribuan ikan sapu-sapu bermunculan di dasar sungai. Fenomena tersebut menarik perhatian warga yang kemudian berdatangan untuk mengambil ikan-ikan tersebut.

Kondisi Sungai Juana yang mengering membuat bagian dasar sungai terlihat jelas. Di sejumlah lokasi, ikan sapu-sapu tampak memenuhi area yang sebelumnya tertutup air.

Sebagian ikan ditemukan masih berada di sekitar sisa genangan, sementara lainnya telah mati. Bangkai ikan bahkan terlihat menumpuk di beberapa bagian dasar sungai.

Fenomena tersebut kemudian dimanfaatkan warga. Ikan sapu-sapu yang berhasil diambil tidak semuanya dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan ternak.

Warga Bisa Membawa Pulang hingga 1 Ton

Gambar ilustrasi

Salah seorang warga Desa Bungasrejo, Joko Susilo, mengungkapkan banyaknya ikan sapu-sapu yang terdapat di dasar Sungai Juana.

Joko bahkan telah dua kali datang ke lokasi menggunakan kendaraan pikap untuk mengambil ikan. Dalam sekali pengambilan, jumlah ikan yang dibawa bisa mencapai sekitar 1 ton.

Menurut Joko, ikan tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan ternak.

Namun, meskipun sudah diambil dalam jumlah besar, ikan sapu-sapu di dasar sungai disebut masih sangat banyak.

Joko memperkirakan proses pengambilan ikan masih membutuhkan waktu beberapa hari karena populasinya belum terlihat berkurang secara signifikan.

Kondisi tersebut membuat lokasi sungai yang biasanya dipenuhi air berubah menjadi tempat warga berburu ikan.

Bukan Sekadar Fenomena Biasa

Kemunculan ribuan ikan sapu-sapu di Sungai Juana ternyata mendapat perhatian dari pakar sumber daya air.

Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Hendi Hendro, mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu merupakan ikan invasif. Menurutnya, ikan tersebut mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem dan berkembang biak dengan cepat.

Karena itu, keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar tidak seharusnya hanya dilihat sebagai kesempatan bagi warga untuk mendapatkan ikan.

Ada potensi persoalan lingkungan apabila populasi ikan tersebut dibiarkan berkembang tanpa pengendalian.

Hendi juga mengingatkan adanya potensi dampak terhadap ekosistem perairan Sungai Juana.

Ikan sapu-sapu disebut dapat menjadi predator dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Keberadaannya dalam jumlah besar dikhawatirkan membuat kondisi lingkungan sungai semakin terganggu.

Bisa Mengancam Bendung Karet

Persoalan yang dikhawatirkan bukan hanya mengenai ekosistem.

Hendi menyebut ikan sapu-sapu juga berpotensi mengganggu struktur Bendung Karet Sungai Juana.

Menurutnya, ikan tersebut dapat membuat lubang atau rongga di sekitar tepi tanggul sebagai tempat berlindung. Kondisi tersebut berpotensi membuat tanah di sekitar tanggul menjadi tidak stabil.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan tanah ambles hingga longsor.

Karena itu, keberadaan ribuan ikan sapu-sapu di Sungai Juana dinilai perlu segera ditangani.

Mumpung Sungai Sedang Kering

Kondisi sungai yang sedang mengering justru dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan pengendalian ikan sapu-sapu.

Hendi menyarankan agar ikan-ikan tersebut segera dibersihkan dari lokasi. Ia menyebut ikan dapat dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur.

Menurutnya, kondisi Sungai Juana yang sedang kering membuat proses pembersihan dan pengendalian ikan invasif tersebut lebih memungkinkan dilakukan.

Langkah tersebut dinilai penting agar populasi ikan sapu-sapu tidak terus berkembang dan memberikan dampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar.

Kekeringan Membuka Persoalan Baru

Mengeringnya Sungai Juana pada akhirnya tidak hanya memperlihatkan persoalan kekurangan air. Kondisi tersebut juga membuka persoalan lain yang sebelumnya berada di bawah permukaan sungai.

Ribuan ikan sapu-sapu yang muncul menjadi perhatian karena jumlahnya sangat besar. Di satu sisi, warga dapat memanfaatkannya sebagai bahan ternak. Namun di sisi lain, keberadaannya menjadi ancaman bagi ekosistem apabila tidak dikendalikan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kondisi sungai saat mengalami kekeringan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Pengelolaan sungai bukan hanya mengenai bagaimana menjaga ketersediaan air, tetapi juga bagaimana memastikan ekosistem dan bangunan pengendali air tetap aman.

Untuk saat ini, warga masih mengambil ikan sapu-sapu yang berada di dasar sungai. Jumlahnya disebut masih sangat banyak meskipun sudah beberapa kali diambil.

Sementara itu, pakar mendorong agar dilakukan langkah pengendalian dan pembersihan sebelum keberadaan ikan invasif tersebut menimbulkan dampak yang lebih luas.

Sumber: detikJateng“Saran Pakar soal Ribuan Ikan Sapu-sapu di Sungai Juana Pati: Segera Musnahkan!”, 3 September 2026.