Akupunktur semakin dikenal sebagai salah satu terapi komplementer untuk membantu menangani berbagai keluhan. Namun, sebelum mencobanya, masyarakat perlu memperhatikan keamanan dan kompetensi praktisi agar terapi tidak justru menimbulkan risiko.

Akupunktur merupakan metode terapi dengan memasukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh. Dalam perkembangannya, akupunktur digunakan di berbagai negara dan telah banyak diteliti, terutama untuk sejumlah kondisi seperti nyeri.

Meski dikenal sebagai terapi yang relatif aman, akupunktur tetap memiliki risiko apabila dilakukan dengan teknik yang tidak tepat atau menggunakan jarum yang tidak steril. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyebut komplikasi serius memang jarang terjadi, tetapi dapat berupa infeksi hingga cedera pada organ tertentu jika prosedur dilakukan secara tidak benar.

Gambar ilustrasi 

Karena itu, memilih praktisi tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan.

1. Perhatikan Kompetensi Praktisi

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah siapa yang memberikan terapi. Masyarakat sebaiknya mencari praktisi yang memiliki pendidikan dan kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

World Health Organization (WHO) bahkan memiliki pedoman mengenai pelatihan dan praktik akupunktur. Pedoman tersebut dibuat sebagai acuan untuk membantu menilai kompetensi serta standar pelayanan akupunktur.

Jangan hanya memilih berdasarkan harga murah atau testimoni di media sosial. Pastikan identitas dan kompetensi praktisi dapat dipertanggungjawabkan.

2. Pastikan Jarum yang Digunakan Steril

Jarum menjadi salah satu bagian paling penting dalam keamanan akupunktur. Penggunaan jarum yang tidak steril dapat meningkatkan risiko infeksi.

WHO menekankan pentingnya penggunaan jarum steril dan merekomendasikan jarum sekali pakai yang tidak digunakan kembali. Kebersihan tangan praktisi, area penusukan, peralatan, serta ruang terapi juga perlu diperhatikan.

Jika pasien merasa ragu, tidak ada salahnya menanyakan secara langsung apakah jarum yang digunakan merupakan jarum steril sekali pakai.

3. Perhatikan Kebersihan Tempat Praktik

Selain jarum, kondisi ruang terapi juga perlu menjadi perhatian. Tempat praktik seharusnya terlihat bersih, tertata, dan menerapkan prosedur kebersihan yang baik.

WHO menyebut kebersihan lingkungan kerja, tangan praktisi, area penusukan, peralatan, serta pengelolaan jarum bekas sebagai bagian penting dalam pencegahan infeksi pada praktik akupunktur.

Jika kondisi tempat terlihat kotor atau prosedur kebersihannya tidak meyakinkan, pasien berhak mempertimbangkan kembali sebelum menjalani terapi.

4. Ceritakan Kondisi Kesehatan kepada Praktisi

Sebelum terapi, pasien sebaiknya menyampaikan kondisi kesehatan, keluhan yang dirasakan, serta informasi penting lainnya kepada praktisi.

Hal ini membantu praktisi menentukan apakah akupunktur sesuai untuk kondisi tersebut dan bagaimana prosedur dilakukan dengan lebih aman.

Jangan menyembunyikan informasi mengenai obat atau terapi lain yang sedang dijalani jika informasi tersebut relevan dengan kondisi kesehatan.

5. Jangan Mudah Percaya Klaim Bisa Menyembuhkan Semua Penyakit

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah klaim berlebihan. Akupunktur memang telah diteliti untuk sejumlah kondisi, tetapi bukti efektivitasnya berbeda-beda tergantung penyakit dan tujuan terapinya.

Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan nyeri tertentu. Namun, hal tersebut tidak berarti akupunktur dapat menggantikan seluruh pengobatan medis atau menyembuhkan semua penyakit.

Karena itu, masyarakat sebaiknya berhati-hati terhadap promosi yang menjanjikan kesembuhan instan atau mengklaim mampu mengatasi hampir semua penyakit.

6. Jangan Menunda Pemeriksaan Medis

Akupunktur dapat digunakan sebagai terapi komplementer pada kondisi tertentu, tetapi sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menunda pemeriksaan atau pengobatan yang dibutuhkan.

NCCIH juga mengingatkan agar seseorang tidak menggunakan akupunktur untuk menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan ketika mengalami masalah kesehatan.

Terutama jika keluhan terasa berat, muncul secara tiba-tiba, semakin memburuk, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis tetap penting.

Akupunktur Aman Jika Dilakukan dengan Prosedur yang Tepat

Akupunktur pada dasarnya memiliki risiko komplikasi yang relatif rendah apabila dilakukan oleh praktisi yang kompeten dengan prosedur yang tepat dan menggunakan jarum steril. Sebaliknya, teknik yang tidak benar dan penggunaan peralatan yang tidak steril dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Karena itu, jangan hanya melihat hasil yang dijanjikan ketika memilih tempat akupunktur. Perhatikan juga kompetensi praktisi, kebersihan tempat, penggunaan jarum steril, serta keterbukaan praktisi dalam menjelaskan prosedur.

Memilih terapi dengan bijak bukan berarti takut mencoba, tetapi memastikan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. 

Sumber Referensi : NCCIH