LUMAJANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kebakaran yang terjadi di Blok Ranu Kembang tersebut membuat jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total.
Situasi semakin menjadi perhatian karena sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan Ranu Kumbolo ketika kebakaran terjadi. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi pada Kamis, 27 Agustus 2026, untuk mengantisipasi kemungkinan titik api meluas ke arah kawasan tersebut.
Gambar ilustrasi
Kebakaran Terjadi di Blok Ranu Kembang
Informasi mengenai kebakaran Gunung Semeru disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho.
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran berada di Blok Ranu Kembang, yang posisinya berada di atas kawasan Ranu Kumbolo.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa para pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo perlu segera dievakuasi. Petugas mengantisipasi apabila kobaran api meluas dan bergerak menuju kawasan tempat para pendaki berada.
Tim gabungan mulai bergerak menuju Ranu Kumbolo pada Kamis pagi untuk melakukan proses evakuasi.
Keberadaan sekitar 170 pendaki tersebut sebelumnya diketahui masih berada di kawasan Ranu Kumbolo setelah aktivitas pendakian dihentikan akibat kebakaran.
Medan Curam Menjadi Kendala Pemadaman
Penanganan kebakaran di Blok Ranu Kembang tidak mudah. Kawasan yang terbakar memiliki medan yang curam dan terjal, sehingga akses petugas untuk mencapai titik api secara langsung menjadi terbatas.
BPBD Lumajang menyebut tim gabungan tetap melakukan penyisiran terhadap titik-titik api yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, pemadaman dari udara atau water bombing menjadi salah satu opsi yang kemungkinan digunakan untuk membantu menangani titik kebakaran yang sulit dijangkau dari darat.
Kondisi medan menjadi faktor penting dalam proses penanganan karena petugas harus mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total
Menyusul kebakaran tersebut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru.
Penutupan mulai diberlakukan sejak Rabu, 26 Agustus 2026, setelah kebakaran dilaporkan terjadi di Blok Ranu Kembang.
Berdasarkan pengumuman resmi BB TNBTS, penutupan jalur pendakian tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Artinya, pendaki maupun calon pendaki diminta tidak melakukan aktivitas pendakian sampai ada pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali jalur tersebut.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan penanganan kebakaran.
Bukan Erupsi Gunung Semeru
Perlu diketahui, kebakaran yang terjadi saat ini merupakan kebakaran hutan dan lahan di kawasan jalur pendakian, bukan erupsi Gunung Semeru.
Lokasi kebakaran berada di Blok Ranu Kembang, sementara Ranu Kumbolo menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena masih terdapat pendaki di sana.
Karena lokasi kebakaran berada di atas Ranu Kumbolo, potensi perambatan api menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan untuk mengevakuasi para pendaki.
Sebelumnya Kebakaran Juga Terjadi di Ranupani
Karhutla di kawasan sekitar Semeru juga sempat terjadi sebelumnya.
Pada Selasa, 25 Agustus 2026, kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang.
Menurut keterangan BPBD Lumajang, kebakaran tersebut berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Petugas juga memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran di lokasi tersebut.
Rentetan kejadian kebakaran tersebut membuat kondisi kawasan sekitar jalur pendakian Semeru mendapat perhatian lebih, terutama karena sebagian wilayahnya memiliki vegetasi dan medan yang dapat menyulitkan proses pemadaman.
Keselamatan Pendaki Menjadi Prioritas
Dengan adanya kebakaran di Blok Ranu Kembang, keselamatan para pendaki menjadi perhatian utama. Sekitar 170 pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo perlu dievakuasi untuk mengurangi risiko apabila api meluas.
Tim gabungan melakukan proses evakuasi sekaligus memantau perkembangan kebakaran. Petugas juga terus menyisir titik api yang memungkinkan dijangkau dari jalur darat.
Untuk saat ini, masyarakat dan calon pendaki diimbau mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS dan tidak mencoba memasuki kawasan pendakian yang telah ditutup.
Kebakaran Gunung Semeru menjadi pengingat bahwa kondisi alam di kawasan pegunungan dapat berubah dengan cepat. Penutupan jalur pendakian merupakan langkah pencegahan untuk menghindari jatuhnya korban, sementara proses pemadaman dan penanganan karhutla masih menjadi fokus tim gabungan.
Sumber: ANTARA News, BB TNBTS/BPBD Lumajang, serta laporan media terkait yang diterbitkan pada 27 Agustus 2026.
