Sauna semakin mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pusat kebugaran, hotel, spa, hingga tempat khusus relaksasi. Namun, tahukah kamu bahwa sauna tidak hanya memiliki satu jenis?

Banyak orang mengenal sauna sebagai ruangan bersuhu panas yang membuat tubuh berkeringat. Padahal, setiap jenis sauna memiliki cara kerja, suhu, kelembapan, dan sensasi panas yang berbeda.

Tiga jenis yang cukup sering ditemui adalah sauna kering, sauna uap, dan sauna infrared. Sebelum mencoba, ada baiknya mengenali perbedaannya agar bisa memilih pengalaman sauna yang paling sesuai.

Gambar ilustrasi

1. Sauna Kering, Sensasi Panas yang Khas

Sauna kering merupakan jenis sauna yang paling sering dibayangkan ketika mendengar kata sauna. Ruangan dipanaskan menggunakan alat pemanas sehingga menghasilkan suhu tinggi dengan kelembapan udara yang relatif rendah.

Ruangan sauna kering umumnya menggunakan material kayu dan memiliki bangku bertingkat. Pada beberapa tempat, terdapat batu sauna yang dipanaskan menggunakan pemanas khusus. Air terkadang dituangkan ke batu tersebut untuk menghasilkan uap dalam jumlah tertentu dan membuat sensasi panas berubah sejenak.

Karena udara di dalamnya cenderung kering, panas yang dirasakan biasanya cukup kuat. Tubuh kemudian merespons dengan mengeluarkan keringat.

Jenis sauna ini cocok bagi orang yang menyukai sensasi panas yang intens dan suasana sauna tradisional.

2. Sauna Uap dengan Kelembapan Tinggi

Berbeda dengan sauna kering, sauna uap atau steam room mengandalkan uap air untuk menciptakan suasana panas dan lembap.

Ruangan sauna uap biasanya memiliki kelembapan yang sangat tinggi. Uap berasal dari sistem pemanas air yang kemudian dialirkan ke dalam ruangan.

Suhu di sauna uap umumnya lebih rendah dibandingkan sauna kering. Namun, kelembapan yang tinggi membuat udara terasa sangat hangat dan lembap sehingga sensasi panas tetap terasa kuat.

Karena kondisinya berbeda, pengalaman menggunakan sauna uap juga tidak sama dengan sauna kering. Bagi sebagian orang, udara lembap terasa lebih nyaman, sementara orang lain mungkin lebih menyukai udara panas yang kering.

Sauna uap dapat ditemukan di berbagai fasilitas seperti spa, pusat kebugaran, hotel, dan tempat wellness.

3. Sauna Infrared Menggunakan Teknologi Berbeda

Jenis berikutnya adalah sauna infrared. Sauna ini bekerja dengan menggunakan elemen pemanas yang menghasilkan gelombang infrared.

Berbeda dengan sauna tradisional yang terutama memanaskan udara di dalam ruangan, sauna infrared dirancang untuk memberikan panas melalui energi infrared. Karena sistemnya berbeda, suhu udara di dalam sauna infrared biasanya tidak setinggi sauna kering.

Meski begitu, tubuh tetap dapat merasakan panas dan mengeluarkan keringat.

Sauna infrared juga sering hadir dalam bentuk ruangan yang lebih kecil dan desain modern. Karena itu, jenis ini cukup populer di fasilitas wellness maupun untuk penggunaan pribadi.

Namun, bukan berarti suhu yang lebih rendah membuatnya bebas dari risiko panas. Pengguna tetap perlu memperhatikan durasi penggunaan dan kondisi tubuh.

Apa Perbedaan Sauna Kering, Uap, dan Infrared?

Jika dilihat sekilas, ketiganya memang sama-sama membuat tubuh berada dalam kondisi panas. Perbedaan utamanya terletak pada cara panas dihasilkan dan kondisi udara di dalam ruangan.

Sauna kering menghasilkan panas tinggi dengan kelembapan yang relatif rendah.

Sauna uap menghasilkan panas dengan bantuan uap air sehingga kelembapannya sangat tinggi.

Sementara itu, sauna infrared menggunakan elemen infrared untuk memberikan panas dan biasanya bekerja pada suhu udara yang lebih rendah dibandingkan sauna tradisional.

Perbedaan tersebut membuat setiap jenis sauna memberikan sensasi yang berbeda. Karena itu, pilihan tidak harus berdasarkan mana yang dianggap paling baik, tetapi mana yang paling nyaman dan sesuai dengan kebutuhan.

Mana yang Cocok untuk Pemula?

Tidak ada satu jenis sauna yang pasti cocok untuk semua orang. Jika baru pertama kali mencoba, pilihan dapat disesuaikan dengan preferensi terhadap panas.

Orang yang menyukai panas kering dan sensasi sauna tradisional dapat mencoba sauna kering. Sementara itu, mereka yang lebih menyukai suasana lembap dapat mempertimbangkan sauna uap.

Bagi yang penasaran dengan teknologi sauna yang berbeda dan suhu udara yang biasanya lebih rendah, infrared bisa menjadi pilihan untuk dicoba.

Pemula sebaiknya tidak langsung berlama-lama di dalam sauna. Mulailah dengan durasi yang singkat dan lihat bagaimana tubuh merespons panas.

Jika muncul rasa pusing, mual, lemas, sesak, atau tidak nyaman, segera keluar dari ruangan dan lakukan pendinginan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Sauna?

Sebelum masuk ke ruangan sauna, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan.

Pertama, pastikan tubuh tidak kekurangan cairan. Minumlah air secukupnya sebelum dan setelah sauna untuk membantu menjaga hidrasi.

Kedua, hindari masuk sauna dalam kondisi terlalu kenyang. Beri tubuh waktu untuk mencerna makanan terlebih dahulu.

Ketiga, gunakan pakaian atau perlengkapan yang sesuai dengan aturan tempat sauna. Jika fasilitas menyediakan handuk, gunakan sesuai petunjuk.

Selain itu, lepaskan barang yang tidak diperlukan, terutama benda yang tidak dirancang untuk berada di lingkungan bersuhu tinggi.

Jangan Jadikan Sauna sebagai Ajang Adu Lama

Salah satu kesalahan yang bisa dilakukan pemula adalah menganggap semakin lama berada di sauna maka semakin baik hasilnya.

Padahal, tubuh memiliki batas dalam menghadapi panas. Durasi penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aturan fasilitas yang digunakan.

Sauna juga bukan tempat untuk membuktikan siapa yang paling kuat menahan panas. Jika tubuh sudah memberikan tanda tidak nyaman, tidak perlu memaksakan diri.

Setelah keluar, berikan waktu bagi tubuh untuk kembali ke suhu yang nyaman. Minum air secukupnya dan beristirahat sebelum kembali melakukan aktivitas.

Jadi, Sauna Mana yang Harus Dipilih?

Sauna kering, sauna uap, dan sauna infrared sama-sama menawarkan pengalaman panas, tetapi karakteristiknya berbeda.

Jika ingin merasakan panas kering dengan suasana tradisional, sauna kering bisa menjadi pilihan. Jika lebih menyukai udara panas dan lembap, sauna uap dapat dicoba. Sedangkan jika ingin merasakan teknologi pemanasan infrared dengan suhu udara yang biasanya lebih rendah, sauna infrared bisa menjadi alternatif.

Tidak perlu terburu-buru memilih berdasarkan klaim manfaat tertentu. Yang lebih penting adalah memahami cara kerja setiap jenis sauna, mengikuti aturan fasilitas, menjaga hidrasi, dan memperhatikan respons tubuh selama menggunakannya.

Dengan mengenali perbedaannya sejak awal, pengalaman mencoba sauna untuk pertama kali bisa menjadi lebih nyaman dan tidak lagi terasa membingungkan.